Kamis, 16 Januari 2014

My First Hijab ^_^

SAUDARAIKU...APA YAG MENGHALANGIMU UNTUK BERHIJAB?

deg....itulah pertama kali yang terasa didada saya saat membaca sebaris kalimat diatas, yang merupakan judul dari sebuah buku. jantung saya berdesir, dan saya bisa merasakan aliran darah saya sendiri bergerak turun naik di katup jantung saya (hahah lebay sekali)

reaksi itu cuma terjadi beberapa detik, lalu senyum mengembang secara tiba2 tanpa saya capek2 memerintah otak untuk melakukan aktifitas SENYUM, dan mengalirlah memori itu, memori saat-saat pertama saya akhirnya memutuskan untuk berhijab,, cerita yang mungkin bagi semua orang biasa saja, tapi bagi saya adalah peristiwa ISTIMEWA

hampir 9 tahun berlalu dari peristiwa itu, peristiwa dimana hati saya bergelut dengan hawa nafsu...ya pergolakan batin saat saya menyadari bahwa saya sudah WAJIB berhijab, tetapi saya masih mengabaikan perintah-Nya.

oh ya sebelumnya nih saya akan sedikit membuka identitas saya..Sedikit saja (mudah2an tidak menjadikan saya NARSIS ya :D #Looh). Saya ini berasal dari kampung nan jauaah dimato, :D ditempat tinggal saya dulu, kehidupannya tidak seperti di kota tmpat tinggal saya sekrang. Duluu...di kampung saya,,, nafas2 ruhiyah yang saya dapatkan benar-benar kosong, yah jiwa-jiwa  nya tidak terisi sempurna, ilmu agama benar2 hanya sebatas tenggorokan dan sebatas sampai di otak (hanya jadi pengetahuan), tanpa pengolahan yang matang dan dicerna bagaimana seharusnya aplikasi dari ilmu agama itu untuk kehidupan nyata..

di kampung saya, seperti ada penegakan hukum begini: pada sore hari anak2  wajib MENGAJI agama di pesantren, di mesjid, di surau, di mushola (apapun istilahnya untuk menyebutkan tempat mengaji). kalau tidak mau berangkat mengaji diancam dengan berbagai hukuman, mulai dari hukuman pukul (tangan, pantat,dsb) sampai dikejar2 kemanapun perginya si anak, dan dipaksa pergi mengaji. Saat Remaja aturan baru pun ditegakkan: Remaja boleh tidak mengaji, boleh tidak ke masjid, ngaji nya cukup saja saat SD, jika sudah SMP kewajiban nya berubah menadi BELAJAR dan MENGERJAKAN PR.

ahh...ada2 saja yang membuat hukum seperti itu..:( tapi sungguh ini nyata terjadi, dan saya adalah salah satu pelaku dari penerapan hukum ini, kalau diktakan korban, saya bukan korban karena saya begitu menyukai aturan ini :D tapii dikemudian hari akhirnya saya menyesali perbuatan saya tersebut..

waktu terus berlalu, kesempatan mengaji sudah semakin digeser2...tergerusoleh aktifitas sekolah dan akifias diluar sekolah yang macam2, mulai dari les bahasa inggris, dan les komputer (karena dikampung saya dulu baru ini yang ngetren ;D), rasanya LES menarik aripada mengaji. tapii saya mulai merasa ada yang hilang. rutinaitas mengaji yang saya lalui sejak masuk SD sampai lulus SD sebenarnya sangat saya rindukan untuk diulangi  di masa remaja say lagi2 perasaan itu lenyap digerus oleh keinginan2 remaja yang baru MELEK dunia. *alasan

dari SD juga saya sudah dikenalkan tentang imu berhijab, tapi entah mengapa kok saat itu ada anggapan begini: masih kecil mah gpp ga pake jilbab, pakai jilbab itu gak wajib kok, cuma anjuran aja...pernyataan ini benar2 SESAT DAN MENYESATKAN. Bahkan saat saya SMP tak ada satupun disekolah saya yang berjilbab, ang lebih membua telinga sakit itu saat ada yang berceloteh: Mau Pake Jilbab? sekolah di MTs bukan di SMP, atau sekalian aja ke pesantren...itu lah yang saat itu menjadi penghalang saya untuk berjilbab,, saat itu saat saya mulai paham Jilbab itu WAJIB,, tapi lngkungan saya benar2 tidak mendukung..diantara ribuan perempuan yang ada di sekolah saya duu dari guru dan murid, hanya 1 orang guru yang berjilbab..namanya Bu Mar,, kebetuln Bu Mar ini masih saudara jauh dari keluarga saya, beliau lulusan dari Universitas islam di kotaku dulu. dari Bu Mar lah saya sering mendapatkan pencerahan2 tentang ilmu agama yang bisa diterapkan dalam kehidupan remaja saya...dan keinginan berhijab pun semakin KUAT

tapi sayaang....keinginan itu benar2 hanya sampai batas keinginan, tanpa ada bantuan dari dalam diri dan dari luar diri saya untuk mulai mengambil LANGKAH untuk berhijab,,dan niat saya pun tertunda.

tahun berikutnya saat kenaikan kelas 3, saya memutuskan untuk pindah kekota ini, menurut cerita yang beredar, kotanya sangat religius. saya gembira sekali, akhirnya keinginan saya berhjab bisa terlaksana.. singkat cerita, saya pindah dan masuk ke salah satu SMP negeri yang sebenernya tidak kalah dengan SMP saya dulu, jauh dari keramaian, dan aga2 terpelosok :D tapi saya tidak menyesal, malah saya bangga pernah sekolah disana.

apakah saya lngsung berhijab? ternyata tidak!! saya sungguh malu..malu semalu-malunyaa... dulu, disekolah saya yang lama, hanya 1 orang sayja yang berjilbab, sekarang..di sekolh saya yang baru, ribua kepala berjilbab, hanya segelintir siswi yang tidak berjilbab, termasuk saya..:(
dulu itu alasanny datang dari ibu saya: udah, tanggung berjilbab nya nanti aja, kalau sudah lulus SMP. tinggal beberapa bulan lagi, lagian tanggung kalo hars beli seragam tangan panjang kalau cuma dipakai beberapa bulan. tegas ibu saya..

sungguh hati saya menjerit, tapi saya tidak bisa berbuat apa2.. saya malu dengan Alloh, saya malu dengan guru ngaji saya, karena setiap ngaji, pasti sering disindir masalah hijab, maslah kewajiban berjilbab..bukan saya tidak mau, bukan saya tidak paham hukumnya, tapi lagi2 alasan yang tidak mndukung,,dan bernada pengabaian perintah. apalagi saat itu saya ditunjuk jadi salah satu tenaga pengajar di mesjid,, semakin malu lah saya berjilbab hanya ke mesjid saja..:(sampai satu hari saya memutuskan untuk segera mengakhiri masa TERBUKA aurat nya saya...:) setelah ujian nasional selesai dan pendaftaran siswa baru ke SMA di buka,. setelah melalui beberpa pekan kesibukan, di hari PERTAMA MOS saya berjilab!!  yeeeyyyy.....dan saya berjanji tidak akan pernah melepaskan hijab saya lagi

dari perjalanan tersebut, setelah semakin saya sadar bahwa kewajiban BERJILBAB sama halnya dengan Kewajiban SHOLAT, jika dengan sengaja mengabaikan perintah ini, maka sama saja dengan menyatakan diri bahwa diri ini adalah penentang Alloh :( saya merenungkan satu hal, tentang alasan2 saya saat susahnya untuk segera berjilbab... semmua alasan2 itu: tidak didukung oleh lingkungan, belum punya baju panjang, akhlak saya juga masih amburadul..benar2 memang hanya menjadi alasan pemanis bibir untuk mengatakan bahwa SAYA MALAS BERJILBAB, NANTI SAJA..dan saya juga merenungkan bahwa keputusan berjilbab itu bukan soal hidayah saja, tapi soal MAU melakukan perintah,,bukan karena terilham oleh siapapun, tapi benar2 KESADARAN bahwa diri ini adalah HAMBA ALLOH yang diperintahkan untuk menutup AURAT..
andaikan saja dulu saya masih berkutat dengan alasan2 saya,..sungguh saya bisa pastikan mungkin hari ini saya tidak berhijab.

memang perjalanan manusia berbeda2 dalam menemukan makna hidupnya.tidak semua orang bisa disamakan waktu KESADARANNYA untuk TAATI PERINTAH ALLOH..
tapi bagi saya, bedasarkan pengalaman saya sendiri..Alasan2 yang saya buat itu lah yang menjadi penghalang saya untuk melakukan perintah-Nya. alasan2 yang saya buat sendiri yang memberatkan saya untuk melangkah

untuk saat ini saya semakin sadar, TERLALU banyak MERANGKAI ALASAN, semakin sulit untuk membuka pintu2 PETUNJUK Alloh, dan semakin jauh dari pintu Ketaatn..
berhentilah membuat ALasan..sekarang juga...agar tak ada lagi beban dihati dalam menjalankan PERINTAH-Nya...

lalu..saudariku, alasan apa yang menghalangimu untuk berhijab? bukankah kau tahu...1 helai rambut kita yang terlihat oleh laki2 yang bukan mahram kita = 7000 tahun di neraka..:(,mari kita segerakan ihktiar itu, selagi nyawa masih diraga, selagi kesempatan untuk TAAT masih terbuka lebar untuk kita,, sebelum akhirnya nanti ita DIHIJABI oleh orang lain dengan KAIN KAFAN :(

Tidak ada komentar:

Posting Komentar