Suatu pagi, Di Bulan Ramadhan 1440 H
Aku mendengar kisah tentang seorang pemuda yang mengalami kebutaan diusia produktif, wasilah nya karna kecelakaan. Sebelumnya beliau dapat melihat, ditahun 2000an setelah kecelakaan tersebut, beliau mengalami kebutaan permanen hingga saat ini.

Bagaimana perasaan beliau saat itu? Frustrasi, marah, depresi yang dirasakan pada awalnya, tetapi setelah melewati 6 bulan pertama beliau mulai menerima segala ketentuan Allah dengan lapang.
Sekarang beliau menjadi salah satu penggerak dibidang jasa bersama teman2 tuna netra lainnya.
Ada satu hal yang beliau utarakan, yang menjadi sentilan buat saya, bahwa mereka tidak mau dikatakan disabilitas tetapi lebih tepat jika disebut difable. Apa bedanya?
Disabilitas terkesan bahwa mereka disability..tidak mampu melakukakan apapun. Sedangkan diffabel adalah different ability yaitu memiliki kemampuan yang berbeda dari orang-orang pada umumnya. Istilah ini memang lebih humanis.
Bagiku, yang masih dapat melihat,kisah ini menjadi sebuah teguran sekaligus hikmah tentang nikmatnya melihat, nikmatnya mengetahui cahaya.
Siapa yang tahan hidup dalam kegelapan? Tanpa cahaya? Tidak ada..
Sekalipun ia diffable dengan tanpa cahaya, jika ada cahaya dijiwa nya sungguh dia tidak pernah merasa gelap.
Cahaya, sejatinya adalah tujuan manusia. Manusia yang memiliki sisi gelap yang terus bergerak mencari dan mendekati sumber cahaya.
Betapa berharganya cahaya dalam hidup kita sehingga menjadi sebuah janji dan jaminan dari Allah, Rabb kita, kepada Hamba yang mau selamat.
"Allah adalah wali(pelindung) dari orang-orang beriman yang membawa mereka dari gelap menuju cahaya.." (Qs.Al-Baqarah:257)
Allah adalah cahaya diatas cahaya, menuntun dan membimbing hamba-Nya untuk menuju keselamatan. Rahmat Allah terbesar bagi orang beriman adalah cahaya petunjuk yang senatiasa bersemayam dihatinya. Jika Allah berkehendak, jika Allah ingin memilih kita untuk diberi cahaya, menjadi lah hamba yang "nurut" dan "patuh" tanpa penolakan, tanpa tapi.
Wallahu'alam
Bandung, 14 mei 2019
Tidak ada komentar:
Posting Komentar